img-1438325596.jpg

Transfusi Darah adalah salah satu tahapan yang diharuskan oleh dokter dalam upaya perawatan pasien menuju sehat.  Untuk mendukung hal tersebut tentu dibutuhkan berbagai hal yang korelatif, antara lain jumlah pendonor dan darah yang tersedia, penyimpanan dan distribusinya. Karena begitu vitalnya kebutuhan akan hal ini maka dlam setiap prosesnya, mulai dari pengambilan darah sampai pemberian darah kepada pasien yang membutuhkan diperlukan penanganan oleh tenaga ahli  Transfusi Darah berikut Teknologi yang memadai.

Kendala dalam hal ini adalah

    Persediaan darah yang belum mencukupi. Dari 4 juta kantong darah yang dibutuhkan PMI Pusat baru terpenuhi 60%.

    Suplai darah dari Unit Transfusi Darah ke Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang belum merata diseluruh Kab/Kota di Indonesia. Masih banyak fasilitas pelayanan kesehatan di Kab/Kota kesulitan memperoleh darah dan memprosesnya.

    Kurangnya tenaga ahli untuk menangani proses pengambilan, pengolahan, penyimpanan, distribusi dan pemberian darah kepada pasien yang membutuhkan.

Sejalan dengan hal ini tampak jelas bahwa Peran Tim Ahli Teknologi Darah  didalam Unit Transfusi Darah,  Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Puskesmas adalah sangat vital untuk menjamin tercapainya target pemenuhan kebutuhan darah bagi pasien yang membutuhkan.

Transfusi Darah adalah salah satu tahapan yang diharuskan oleh dokter dalam upaya perawatan pasien menuju sehat.  Untuk mendukung hal tersebut tentu dibutuhkan berbagai hal yang korelatif, antara lain jumlah pendonor dan darah yang tersedia, penyimpanan dan distribusinya. Karena begitu vitalnya kebutuhan akan hal ini maka dlam setiap prosesnya, mulai dari pengambilan darah sampai pemberian darah kepada pasien yang membutuhkan diperlukan penanganan oleh tenaga ahli  Transfusi Darah berikut Teknologi yang memadai.
Kendala dalam hal ini adalah
 
  1. Persediaan darah yang belum mencukupi. Dari 4 juta kantong darah yang dibutuhkan PMI Pusat baru terpenuhi 60%. 
  2. Suplai darah dari Unit Transfusi Darah ke Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang belum merata diseluruh Kab/Kota di Indonesia. Masih banyak fasilitas pelayanan kesehatan di Kab/Kota kesulitan memperoleh darah dan memprosesnya. 
  3. Kurangnya tenaga ahli untuk menangani proses pengambilan, pengolahan, penyimpanan, distribusi dan pemberian darah kepada pasien yang membutuhkan.
 
Sejalan dengan hal ini tampak jelas bahwa Peran Tim Ahli Teknologi Darah  didalam Unit Transfusi Darah,  Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Puskesmas adalah sangat vital untuk menjamin tercapainya target pemenuhan kebutuhan darah bagi pasien yang membutuhkan.
- See more at: http://gunabangsa.ac.id/page/Gambaran%20Umum%20D3%20Teknologi%20Transfusi%20Darah#sthash.MeoGthfc.dpuf
Hal-hal yang perlu diperhatikan sebagai bahan dasar referensi pemilihan program studi Radio Diagnostik dan Radioterapi adalah sebagai berikut :
1. Radiologi dan Radioterapi berperan sangat vital setidaknya untuk dua kepentingan :
     a. Dari kepentingan pasien sebagai penunjang kebutuhan akan hasil dan kejelasan terhadap kondisi kesehatan
     b. Dari kepentingan tenaga medis seperti dokter adalah guna meningkatkan akurasi dan tindakan lebih lanjut terhadap kesehatan pasien 
2. Data Kemenkes menunjukkan pada tahun 2013 jumlah Tempat Tidur Rumah Sakit yang tersedia adalah 238.373 buah dan diproyeksikan akan bertambah menjadi 278.450 buah pada tahun berikutnya atau meningkat sekitar 17% setiap tahun. Hal ini sebagai gambaran akan terus bertambahnya kebutuhan Tempat Tidur Rumah sakit seiring terus tumbuhnya jumlah perawatan pasien menuju sehat.
3. Disisi lain ketersediaan ahli Radio Diagnostik dan Radioterapi yang memadai baru pada kisaran 5% dari keseluruhan Institusi Pelayanan di Indonesia.
 
Dari berbagai data ini dapat disimpulkan kebutuhan akan tenaga ahli di bidang ini pada saat sekarang masih secara rasio masih sangat kurang untuk menunjang pelayanan perawatan. Karenanya pilihan untuk menekuni bidang ini adalah suatu langkah yang cerdas untuk turut serta berperan dan berkarier di bidang kesehatan pada masa datang..
- See more at: http://gunabangsa.ac.id/page/Gambaran%20Umum%20D3%20Teknik%20Radiodiagnostik%20&%20Radioterapi#sthash.zzpF1EIm.dpuf
Hal-hal yang perlu diperhatikan sebagai bahan dasar referensi pemilihan program studi Radio Diagnostik dan Radioterapi adalah sebagai berikut :
1. Radiologi dan Radioterapi berperan sangat vital setidaknya untuk dua kepentingan :
     a. Dari kepentingan pasien sebagai penunjang kebutuhan akan hasil dan kejelasan terhadap kondisi kesehatan
     b. Dari kepentingan tenaga medis seperti dokter adalah guna meningkatkan akurasi dan tindakan lebih lanjut terhadap kesehatan pasien 
2. Data Kemenkes menunjukkan pada tahun 2013 jumlah Tempat Tidur Rumah Sakit yang tersedia adalah 238.373 buah dan diproyeksikan akan bertambah menjadi 278.450 buah pada tahun berikutnya atau meningkat sekitar 17% setiap tahun. Hal ini sebagai gambaran akan terus bertambahnya kebutuhan Tempat Tidur Rumah sakit seiring terus tumbuhnya jumlah perawatan pasien menuju sehat.
3. Disisi lain ketersediaan ahli Radio Diagnostik dan Radioterapi yang memadai baru pada kisaran 5% dari keseluruhan Institusi Pelayanan di Indonesia.
 
Dari berbagai data ini dapat disimpulkan kebutuhan akan tenaga ahli di bidang ini pada saat sekarang masih secara rasio masih sangat kurang untuk menunjang pelayanan perawatan. Karenanya pilihan untuk menekuni bidang ini adalah suatu langkah yang cerdas untuk turut serta berperan dan berkarier di bidang kesehatan pada masa datang..
- See more at: http://gunabangsa.ac.id/page/Gambaran%20Umum%20D3%20Teknik%20Radiodiagnostik%20&%20Radioterapi#sthash.zzpF1EIm.dpuf